Pada perkuliahan hari
selasa kemarin, Bapak Aniq Menjelaskan tentang Pola pikir. Untuk merubah pola
pikir tentu mencari secara terus menrus. Sekarang ini banyak orang yang menjadikan
agama menjadi suatu apapun. Tentu menjadikan agama sebagai suatu prioritas itu
sangat baik, akan tetapi perlu dengan di dampingi dengan ilmu agama yang baik
juga. Seperi orang yang baru belajar agama satu hari dua hari, sudah berani
mengatakan kafir pada orang lain. Seperti halnya ibadah juga, ibadah itu jangan
memaksa, sekuat kita saja untuk beribadah. Pola Pikir skemanya seperti ini
seperti Rumah. Urusan dapur jangan sampai anda bawa ke ruang tamu. Urusan dapur
adalah sama halnya kita memasak, kita menggunakan berbagai bahan atau rempah
yang dapat di gunakan. Setelah di bawa ke ruang tamu, jangan sampai bumbu yang
di gunakan masak tadi dimengerti oleh orang lain. Yang dimengerti orang lain
adalah hanya enaknya atau keindahannya saja. Urusan kebenaran merupakan urusan
kita sendiri, bukan urusan orang lain, jangan sampai orang lain tau tentang
amalan apa yang kita perbuat. Kemudian jamuan atau keindahan untuk orang lain. Manusia
itu saling bukan pasif. Seperti yang telah di firmankan oleh Allah dalam surat
Al-Asr Ayat 3.
Burung gagak, pada
mitologi jawa burung gagak adalah pembawa berita buruk. Burung gagak sudah ada
pada zaman qobil dan habil. Pada saat habil di bunuh qabil. Ada burung gagak
yang mengawasi mereka. Setelah membunuh habil, qabil merasa bingung untuk
memperlakukan mayat habil. Kemudian burung gagak turun dan menggaruk-garuk
tanah. Kemudian qabil tahu dan menguburkan mayat habil. Ilmu sedikitpun jika
tidak di amalkan pasti, akan hilang ataupun akan lupa. Pola pikir bisa berhenti
tidak ? pola pikir itu jangan sampai berhenti seperti laku hidup. Dalam bahasa
jawa hidup itu merupakan kauripan kauripan sendiri mengandung nilai-nilai yang
ada dlam kehidupan. Berbeda denngan penghidupan atau panguripan. Panguripan sendiri
mengandung materi-materi yang di butuhka dalam kehidupan. Maka, orang ketika
sudah mempunyai laku kehidupan pasti ia akan menjadi orang yang kamil atau
selesai dengan diri sendiri.