Kamis, 06 Desember 2018

Pola Pikir


Pada perkuliahan hari selasa kemarin, Bapak Aniq Menjelaskan tentang Pola pikir. Untuk merubah pola pikir tentu mencari secara terus menrus. Sekarang ini banyak orang yang menjadikan agama menjadi suatu apapun. Tentu menjadikan agama sebagai suatu prioritas itu sangat baik, akan tetapi perlu dengan di dampingi dengan ilmu agama yang baik juga. Seperi orang yang baru belajar agama satu hari dua hari, sudah berani mengatakan kafir pada orang lain. Seperti halnya ibadah juga, ibadah itu jangan memaksa, sekuat kita saja untuk beribadah. Pola Pikir skemanya seperti ini seperti Rumah. Urusan dapur jangan sampai anda bawa ke ruang tamu. Urusan dapur adalah sama halnya kita memasak, kita menggunakan berbagai bahan atau rempah yang dapat di gunakan. Setelah di bawa ke ruang tamu, jangan sampai bumbu yang di gunakan masak tadi dimengerti oleh orang lain. Yang dimengerti orang lain adalah hanya enaknya atau keindahannya saja. Urusan kebenaran merupakan urusan kita sendiri, bukan urusan orang lain, jangan sampai orang lain tau tentang amalan apa yang kita perbuat. Kemudian jamuan atau keindahan untuk orang lain. Manusia itu saling bukan pasif. Seperti yang telah di firmankan oleh Allah dalam surat Al-Asr Ayat 3.
Burung gagak, pada mitologi jawa burung gagak adalah pembawa berita buruk. Burung gagak sudah ada pada zaman qobil dan habil. Pada saat habil di bunuh qabil. Ada burung gagak yang mengawasi mereka. Setelah membunuh habil, qabil merasa bingung untuk memperlakukan mayat habil. Kemudian burung gagak turun dan menggaruk-garuk tanah. Kemudian qabil tahu dan menguburkan mayat habil. Ilmu sedikitpun jika tidak di amalkan pasti, akan hilang ataupun akan lupa. Pola pikir bisa berhenti tidak ? pola pikir itu jangan sampai berhenti seperti laku hidup. Dalam bahasa jawa hidup itu merupakan kauripan kauripan sendiri mengandung nilai-nilai yang ada dlam kehidupan. Berbeda denngan penghidupan atau panguripan. Panguripan sendiri mengandung materi-materi yang di butuhka dalam kehidupan. Maka, orang ketika sudah mempunyai laku kehidupan pasti ia akan menjadi orang yang kamil atau selesai dengan diri sendiri.